Senin, 27 Juli 2009

First day at Sublette high.

Kubuka lelah mataku dipagi yang lekat oleh dingin. Ayah angkatku membantu membuka mata ini. Kelangkahkan kaki tuk mandi. Hangat rasanya air yang kurasakan dari shower itu. Seusai itu akupun melaksanakan kewajibanku sebagai Muslim, sholat subuh. Bersiap dan kemudian menunggu datangnya bis sekolah. Jam 7.10, “That’s the School Bus” Ibu angkatku berkata padaku Bip..bip…Bobby supir bis sekolah itu memanggilku tuk keluar. Dengan langkah pasti,walau kadang terasa dingin bagiku kumulai hari baruku dengan semangat dalam jiwa. Kulihat pemandangan pagi Kansas yang menakjubkan. Matahari pagi yang mulai menampakan sinarnya, seolah-olah tersenyum padaku. Memberiku semangat baru tuk membuka jendela dunia. Matahari dimusim panas biasanya terbit lebih awal, sekitar jam 7.15. Kadang akupun tertidur di Bis sekolah, karena mengantuk. Sekitar 35 menit, kuberada di Bis sekolah. Kemudian sarapan pagi di Kafetaria. Cereal, Roti bakar, pisang,dan Susu kotak makanan yang tersedia pagi itu. “What’s up Dude?” Salah satu dari temanku menyapa. “Nothing”. Teman-temanku disini sangat baik. Mereka sering sekali menyapaku. Dilorong menuju Lockerku, banyak Guru-guru yang berlalu lalang. “Good Morning Alvi”, salah satu Guru yang menyapaku. “Morning Sir”. Begitu berbeda memang dengan sekolahku di Indonesia. Kubuka kotak Lockerku dengan kombinasi beberapa angka. Kadang akupun kesal, karena tak bisa membuka locker tersebut. Tetapi teman-temanku kadang menawarkan bantuannya. Memang sudah tradisi siswa pertukaran pelajar kadang mengalami masalah dalam membuka locker. Jam pertama adalah Matematika. “Good Morning Al” Mr.Baker menyapaku. “Good Morning, How are you?”, kujawab. “I’m good, how about you?” Mr.Baker Balik menanyaku. “I’m good too”. Kadang terasa amat sulit untuk mengerti bahasa matematika dalam bahasa Inggris. Yah walaupun begitu ku harus mencobanya, walaupun matematika pelajaran yang kurang kuminati.

Jumat, 24 Juli 2009

Melompatlah lebih tinggi


Melompat lebih tinggi_Puisi

Jangan pernah sedih
Karena kau terlalu mencintaiku
Jangan pernah sedih
Karna kau merasa kehilanganku

Jangan pernah sedih
Karna kau tak sanggup melupakanku
Maka jangan menangis saat aku meninggalkanmu

Dan Ingatlah waktu-waktu terbaik
Yang pernah kita lalui
Maka kau akan bangga
Karena mengenalku


Karena aku hanyalah
Batu berpijak bagimu
Saat kau ingin
Melompat lebih tinggi

Selasa, 21 Juli 2009

Puisi cinta

Cinta sering kali lari ketika kita cari

Tetapi kita serng mengabaikan cinta

Ketika dia datang menghampiri

Cinta seindah pelangi

Tak segemerlap bintang dilangit

Tak seluas samudera

Cintaku hanya setitik debu

Yang selalu menempel dihatimu

Terpenjara dalam jeruji diri yang berontak menujumu

Tak terbantahkan pencarianku selama ini

Ternyata hanya kau,

Lalu, mengapa aku harus undur diri?

Mengigil pergi tanpamu.


by.C.M.S.U

Sabtu, 18 Juli 2009

Temukan Duniamu

Hi kawan, temukanlah duniamu yang sesunggunya.Sebuah dunia yang akan membawamu terbang bersama impian dan imajinasi.Jangan biarkan ia lari dan menjauh.

Sabtu, 11 Juli 2009

Puisi Cahaya Bulan.
akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
apakah kau masih sambut dahulu memintaku minum susu
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah bandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan” yg menjadi suram
meresapi belaian angin yg menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudepak, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat

apakau kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

Puisi Cahaya Bulan

Puisi Cahaya Bulan.
akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
apakah kau masih sambut dahulu memintaku minum susu
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah bandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan” yg menjadi suram
meresapi belaian angin yg menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudepak, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat

apakau kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

Jumat, 10 Juli 2009

Alfian507

Hi everyone...Hope you're doing good.Welcome to my Blog.Here's my World.Alfian Fahrurozi.